Laman

Kamis, 09 Juni 2011

Kreasi Tari Nusantara


Kata kreasi berasal dari bahasa Inggeris yaitu to create yang artinya suatu karya cipta, daya khayal sebagai sebuah fikiran atau kecerdasan akal manusia. Kemampuan berkreasi dan mencipta itu disebut kreatifitas, sedangkan orang yang memiliki kemampuan berkreasi dan mencipta disebut kreatif. Orang yang mampu mencipta atau menyusun tari disebut Koreografer dan hasil atau susunan tarinya disebut koreografi.

Dalam menyusun ide atau gagasan kedalam sebuah kreasi tari diperlukan persiapan khusus tentang pengetahuan tentang tari daerah sehingga dapat menjadi dasar pijakan untuk menemukan bentuk yang lain atau kreasi yang baru. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya pergaulan muda-mudi, persahabatan dan lain sebagainya dapat menjadi gagasan atau ide didalam sebuah karya tari. Demikian juga halnya apabila merespon suatu kejadian yang terjadi didalam masyarakat misalnya bencana alam , banjir atau sunami.

Untuk memudahkan penyusunan ide atau gagasan dalam mewujudkan sebuah kreasi maka perlu membuat sebuah perencanaan kerja yang dapat dikerjakan secara berurutan sebagai berikut :


1.       Landasan kreasi tari (tema) dapat diambil dari kehidupan sehari-hari, permainan tradisi, peniruan alam dan binatang, dongeng dan cerita. Tema adalah isi atau poko dari tarian. Tema tentang kehidupan sehari-hari seperti gembira, sedih dan lain-lain. Tema tentang permainan tradisi seperti “maggasing” (main gasing). Tema kejadian alam seperti banjir, sunami, hujan dan lain-lain. Tentang binatang seperti kupu-kupu, kodok dan lain-lain.

2.       Mengadakan eksplorasi gerak berdasarkan tema yang sudah ditentukan, kemudian dikembangkan geraknya. Eksplorasi adalah penjajakan tentang gerak yang akan dipakai. Tentukan gerak yang sudah dikembangkan untuk kemudian disusun dan dirangkai kedalam satu susunan ragam gerak tari.

3.       Improvisasi, dilakukan dengan cara spontan atas dasar intuisi atau perasaan berdasarkan tema tarinya. Untuk memudahkan menghafal geraknya maka setiap gerak terdiri dari delapan hitunga.

4.       Membuat Pola Lantai yang akan dipakai misalnya pola lantai garis lengkung (lingkaran), dan pola lantai garis lurus (bentuk V, U, diagonal dll).

5.       Menyesuaikan gerak dengan m usik mengiringi tari, baik musik rekaman (musik yang sudah jadi) maupun musik langsung. Kecocokan dan keselarasan antara musik dan tari merupakan konsep yang pokok baik dalam tari tradisional maupun tari kreasi baru. Keselarasan ini dapat dilihat pada irama dan temponya sehingga gerakan itu dirasa nyaman sesuai dengan tema tari.

6.       Mencarikan kostum atau tata busana yang sesuai dengan tema tarinya, artinya kostum atau pakaian pertunjukan memiliki makna tersendiri , yang umumnya berbeda dengan pakaian sehari-hari.

7.       Adakah properti (kipas, selendang, tombak, dll) yang dipergunakan didalam kreasi tari. Properti bisa berupa alat tersendiri seperti tersebut  di atas dan bisa pula bagian dari tata busana yang bisa digerakkan ketika menari.

8.       Mengatur komposisinya (elemen-elemen seni) sehingga menjadi satu bentuk kesatuan yang harmonis, tidak saja pada gerak tetapi juga musik, kostum, properti dan panggung pertunjukan yang akan dipergunakan.

Dra.Jamilah, M.Sn & DranNurlina Syahrir,M.Hum-Berkah Utami-SB smp kls IX sem-genap

0 komentar:

Poskan Komentar